
Saat akan membeli pakaian, pernahkan kamu bertanya, “Apakah aku benar-benar membutuhkan pakaian baru setiap minggu untuk mengikuti tren yang terus berubah?” Ya, tidak dipungkiri, saat ini kita hidup di dunia dengan perkembangan yang begitu cepat, tak terkecuali di dunia fashion. Mungkin saja pakaian yang trend bulan ini, sudah tidak lagi trend di dua atau tiga bulan ke depan.
Meski terkesan mengalami kemajuan karena perkembangannya yang cepat, trend fashion cepat (fast fashion) juga mengundang permasalahan yang tidak sederhana. Permintaan pasar yang tinggi, mendorong produksi pakaian menjadi lebih cepat. Pada proses proses pewarnaan dan finishing tekstil, industri fashion menggunakan banyak air dan bahan kimia berbahaya dalam. Tentunya ini akan berdampak pada ekosistem air.
Nah, di sinilah sustainable fashion (fashion berkelanjutan) hadir sebagai penyelamat untuk mengurangi trend fast fashion. Di Indonesia sendiri, sudah mulai banyak brand fashion Indonesia yang sustainable fashion. Dalam artikel kali ini, Green Garment akan memberikan daftar brand indonesia apa saja yang mengusung sustainable fashion. Namun sebelumnya, mari kita simak sekilas tentang apa itu sustainable fashion.
Mengenal Konsep Sustainable Fashion
Secara umum, sustainable fashion mengacu pada pendekatan dalam merancang, memproduksi, dan mengonsumsi pakaian dengan memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Ini berarti mempertimbangkan siklus hidup pakaian dari awal hingga akhir, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga bagaimana pakaian tersebut dibuang atau digunakan kembali. Sustainable fashion dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas industri fashion.
Ciri-ciri Sustainable Fashion
1. Bahan Ramah Lingkungan
Pakaian yang tergolong sustainable umumnya menggunakan bahan-bahan yang memiliki dampak rendah terhadap lingkungan, seperti katun organik, linen, Tencel (serat dari kayu berkelanjutan), atau bahkan serat hasil daur ulang dari limbah tekstil dan botol plastik. Bahan-bahan ini biasanya membutuhkan lebih sedikit air, pestisida, dan energi dalam proses produksinya.
2. Proses Produksi Etis
Salah satu ciri penting sustainable fashion adalah adanya tanggung jawab sosial terhadap para pekerja. Ini mencakup pembayaran upah yang adil, jam kerja yang manusiawi, serta lingkungan kerja yang aman dan layak. Berbeda dengan industri fast fashion yang sering mengorbankan kesejahteraan buruh demi produksi massal yang murah dan cepat, brand fashion Indonesia yang sustainable fashion kini mulai berkomitmen untuk menjunjung prinsip keadilan sosial dalam produksinya.
3. Desain Tahan Lama dan Fleksibel
Fashion berkelanjutan juga mendorong desain yang timeless dan berkualitas tinggi. Artinya, pakaian dirancang agar tetap relevan dalam waktu lama dan tidak cepat rusak, sehingga konsumen tidak perlu terus-menerus membeli pakaian baru. Desain yang fleksibel juga memungkinkan pakaian dipadupadankan dalam berbagai gaya dan situasi, menambah nilai guna tanpa menambah limbah.
4. Transparansi Rantai Pasok
Keterbukaan mengenai rantai pasok, dari mana bahan berasal, di mana pakaian diproduksi, hingga bagaimana distribusinya menjadi semakin penting bagi konsumen modern. Brand fashion yang mengusung sustainable umumnya berani menunjukkan proses produksinya secara terbuka.
5. Pengurangan Limbah
Salah satu tujuan utama dari sustainable fashion adalah mengurangi limbah tekstil yang menumpuk di tempat pembuangan akhir. Konsep zero-waste (minim limbah) serta praktik daur ulang dan upcycling (mengubah limbah menjadi produk baru) menjadi solusi kreatif yang semakin banyak diterapkan oleh brand-brand berkelanjutan.
Mengapa Sustainable Fashion Penting?
Aktivitas dari industri fashion saat ini menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Proses produksinya memerlukan sumber daya alam yang masif, meliputi:
- Penggunaan air: Dibutuhkan sekitar 2.700 liter air untuk memproduksi satu kaus katun, jumlah air ini cukup untuk memenuhi kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.
- Pencemaran air dan tanah: Limbah pewarna dan bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kerap mencemari sungai dan danau, merusak ekosistem.
- Emisi karbon: Transportasi global dan produksi massal menyumbang emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar.
- Limbah tekstil: Setiap tahun, jutaan ton pakaian dibuang ke tempat sampah dan sebagian besar tidak terurai selama ratusan tahun.
Selain berdampak pada lingkungan, terdapat beberapa dampak juga yang ditimbulkan di aspek sosial, terutama yang dialami oleh para pekerja di industri tekstil. Di balik baju murah yang kita temukan di toko-toko fast fashion, ada sisi gelap yang jarang terlihat, seperti kondisi lingkungan kerja yang tidak etis.
Banyak pabrik di negara berkembang mempekerjakan buruh dalam kondisi kerja yang buruk, tanpa upah layak atau perlindungan hak. Hal ini biasanya dilakukan untuk menekan biaya, beberapa produsen bahkan melibatkan pekerja anak atau pekerja paksa dalam rantai produksinya.
Manfaat Sustainable Fashion
Dengan beralih ke pilihan fashion yang lebih berkelanjutan, kita bisa berkontribusi langsung terhadap perubahan positif. Produk-produk sustainable fashion, memiliki proses produksi yang ramah lingkungan. Ini akan membantu mengurangi jejak karbon dan polusi yang umumnya besar disumbangkan oleh indutsri fashion.
Tidak hanya mempertimbangkan proses produksi yang ramah lingkungan, sustainable fashion juga memperhatikan keadilan bagi pekerjanya. Ini bisa menjadi langkah konkret dalam rantai eksploitasi.
Sustainable fashion dengan produk yang berkualitas, dapat menciptakan kebiasaan konsumsi yang lebih sadar. Pendekatan ini mengajak masyarakat untuk membeli lebih sedikit, namun memilih yang lebih baik dan tahan lama.
Deretan Brand Fashion Indonesia yang Mengusung Sustainable Fashion
1. Sukkha Citta
Mulai berdiri pada tahun 2016 oleh Denica Riadini-Flesch, Sukkha Citta dikenal sebagai brand berbasis sosial (social enterprise) yang memberdayakan perempuan pengrajin di desa dengan praktik Farm-to-Closet. Sukka Citta menggunakan kapas organik hasil pertanian regeneratif dengan metode pertanian tumpang sari. Selain itu, brand ini juga menggunakan pewarna alami dari tumbuhan dan buah-buahan lokal, serta proses produksi etis yang transparan. Mereka juga memiliki program take-back dan upcycling untuk mengurangi limbah, dan mengubahnya menjadi produk lain seperti untuk packaging pakaian.
2. Sejauh Mata Memandang
Brand ini dikenal karena komitmennya terhadap slow fashion dan bahan alami seperti katun, linen, dan tekstil daur ulang. Sebagai wujud mendukung sustainable fashion, Sejauh Mata Memandang juga aktif mengkampanyekan kesadaran lingkungan melalui pameran dan kolaborasi dengan Greenpeace. Selain itu, brand ini juga memiliki program pengumpulan pakaian bekas untuk didaur ulang.
3. Pijak Bumi
Berbasis di Bandung, Pijak Bumi adalah brand alas kaki yang menggunakan bahan daur ulang seperti ban bekas, serabut kelapa, dan cotton daur ulang. Mereka menggabungkan desain minimalis dengan nilai keberlanjutan.
4. Sare Studio (SARE/Studio)
SARE/Studio adalh brand yang menawarkan koleksi loungewear dan pakaian kasual yang minimalis dan berkelanjutan. Mereka menggunakan bahan-bahan alami dan bersertifikasi seperti EU Ecolabel dan TENCEL™, serta berkomitmen pada desain yang timeless agar tidak cepat usang oleh tren. Selain bahan, kemasan mereka juga menggunakan material daur ulang dan ramah lingkungan.
5. Setali Indonesia
Brand didirikan oleh Andien Aisyah dan Intan Anggita Pratiwie. Dengan fokus pada konsep 3R: Reuse, Repair, dan Recycle, brand ini berupaya untuk mengurangi sampah sisa produksi dengan mendaur ulang sisa kain dan dimanfaatkan menjadi produk lain yang lebih berguna dan bernilai. Selain itu, Setali Indonesia juga turut mengedukasi publik tentang konsumsi yang bijak dan siklus hidup pakaian.
6. Kana Goods
Berdiri dari tahun 2013, Kana dikenal sebagai brand yang mengusung konsep busana yang mengombinasikan elemen tradisional dan modern. Selain itu, brand ini juga menggunakan pewarna alami dari tumbuhan dan daun seperti indigofera dan kulit kayu. Koleksinya menampilkan gaya etnik modern dengan komitmen terhadap keberlanjutan bahan dan proses.
7. Osem
Brand ini mengusung prinsip zero-waste dengan memanfaatkan potongan sisa kain untuk dijadikan produk baru. Osem juga menghindari resleting dan kancing berbahan plastik serta kemasan yang ramah lingkungan. Selain itu, Osem juga menggunakan pewarna alami seperti Indigofera Tinctoria untuk menghasilkan warna biru alami.
8. Imaji Studio
Menggabungkan desain modern dengan teknik tradisional yang khas, Imaji Studio menggunakan kain tenun yang terbuat dari serat alami. Bahan pewarnaan yang digunakan pun berasal dari tumbuhan, sehingga aman dan sesuai dengan berkelanjutan. Selain itu Imaji Studio juga berupaya dalam mengurangi sampah tekstil dengan memanfaatkan menjadi aksesoris yang elegan dan tetap bernilai. Hasil desain yang dimiliki brand ini pun bernuansa etnik dengan prinsip zero-waste.
Tips Menerapkan Gaya Berbelanja Pakaian secara Berkelanjutan
Menerapkan sustainable fashion tidak selalu berarti kamu harus langsung membeli pakaian dari brand-brand ramah lingkungan. Nyatanya, langkah kecil dari kebiasaan sehari-hari pun sudah bisa menjadi awal dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat kamu terapkan:
1. Pilih Kualitas daripada Kuantitas
Salah satu prinsip dasar dalam sustainable fashion adalah membeli lebih sedikit, tapi lebih baik. Artinya, fokuslah pada pakaian dengan kualitas bahan yang baik dan proses produksi yang etis. Sebelum membeli, perhatikan label bahan, ketahanan jahitan, dan apakah brand tersebut transparan soal bagaimana produknya dibuat. Pakaian dengan kualitas baik, biasanya lebih tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga tidak perlu sering ganti.
2. Perpanjang Usia Pakaian
Pakaian yang kamu miliki sekarang bisa tetap berguna lebih lama jika dirawat dengan baik. Bila ada kerusakan kecil, seperti kancing copot atau jahitan terlepas, kamu dapat mencoba memperbaiki sendiri atau membawa ke penjahit. Kamu juga bisa melakukan upcycling, yaitu mengubah pakaian lama menjadi model baru yang lebih segar dan sesuai gaya kamu.
3. Donasi atau Daur Ulang Pakaian Bekas
Daripada membuang pakaian yang sudah tidak dipakai, pertimbangkan untuk mendonasikannya kepada yang membutuhkan. Banyak komunitas dan lembaga sosial menerima donasi pakaian layak pakai. Untuk pakaian yang sudah benar-benar tidak bisa digunakan, cari tempat daur ulang tekstil atau program pengumpulan pakaian bekas dari brand-brand tertentu yang mendukung konsep zero waste.
Itu dia deretan brand lokal yang mengusung sustainable fashion dan penjelasan singkat terkait sustainable fashion. Sebenarnya masih banyak deretan brand fashion lokal yang mengusung sustainable fashion. Dengan memilih brand yang berkelanjutan, fokus pada kualitas dibanding kuantitas, perpanjang usia pakaian, upcycling, atau mendonasikannya dapat menjadi langkah kecil dalam mendukung keberlanjutan dan ramah lingkungan di dunia fashion.
