bahan celana training olahraga terbaik

Saat ini, aktivitas olahraga, seperti sekadar 10.000 langkah sehari, telah menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin banyak dibiasakan. Salah satu faktor yang mendukung kenyamanan saat berolahraga adalah mengenakan pakaian olahraga yang pas dan nyaman, seperti celana training. Selain memperhatikan ukuran, pemilihan bahan celana training juga sangat penting untuk menunjang kenyamanan saat berolahraga.

Pemilihan bahan yang salah bisa membuat kamu merasa gerah, tidak bebas bergerak, bahkan menyebabkan iritasi pada kulit. Nah, agar kamu bisa fokus berolahraga tanpa terganggu, berikut ini adalah 9 bahan celana training olahraga yang paling direkomendasikan dan pastinya nyaman digunakan.

9 Bahan Rekomendasi Celana Training Olahraga yang Nyaman

Terdapat banyak jenis celana training yang dijual di pasaran, baik dari segi model maupun bahan yang digunakan. Berikut adalah beberapa rekomendasi jenis bahan kain yang dapat kamu jadikan panduan sebelum membeli celana training:

1. Bahan Dry Fit

Dry Fit adalah salah satu bahan paling populer untuk pakaian olahraga. Bahan ini merupakan campuran polyester, spandex, dan nilon. Secara umum, bahan ini memiliki sifat lentur, kuat, dan tahan lama, sehingga memudahkan aktivitas mu ketika berolahraga.

Selain itu, bahan ini dirancang khusus untuk cepat kering dan bisa menguapkan keringat dengan baik, sehingga tubuhmu tetap kering dan ringan saat berolahraga intens. Bahan ini cocok untuk lari, basket, atau olahraga berat lainnya.

2. Spandeks

Dikenal juga sebagai Lycra, spandeks adalah sejenis bahan kain yang biasa dibuat dari polimer sintetis seperti nilon atau polyester. Bahan ini memiliki karakteristik yang elastisitas dan dapat meregang sangat tinggi. Meski elastisitasnya yang tinggi, spandeks masih mampu kembali ke bentuk aslinya.

Bahannya bisa melar dan mengikuti setiap gerakan tubuh dengan sempurna, membuatmu lebih leluasa saat berolahraga. Biasanya, Spandeks dicampur dengan bahan lain seperti poliester untuk menambah daya tahannya.

3. Adidas

Bahan adidas dikenal memiliki karakter bahan yang tebal, halus, dan tidak berbulu di bagian dalam. Meski cenderung bersifat hangat, kain adidas memiliki daya serap keringat yang terbilang baik.

Kain ini juga memiliki keunggulan sifatnya yang elastis, sehingga dapat mengikuti gerakan tubuh dan memberika kenyaman saat beraktivitas olahraga. Umumnya, kain adidas sering digunakan untuk membuat seragam olahraga, bagi anak-anak sekolah.

4. Parasut

Sesuai namanya, bahan ini sangat ringan dan tipis. Selain itu, bahan ini juga memiliki tektur yang lembut, sehingga nyaman dan tetap fleksibel saat dikenakan. Celana training dari bahan parasut cocok untuk olahraga di luar ruangan karena sifatnya yang tahan angin dan tahan air (walaupun tidak 100%). Bahannya juga cepat kering, hanya saja mungkin kurang nyaman saat dikenakan di cuaca panas dan saat keringat berlebih.

5. Diadora

Diadora memiliki karakteristik yang mengkilap saat terkena sinar matahari. Ini menimbulkan kesan mewah meski dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kain diadora memiliki permukaan yang halus dengan kerapatan yang tinggi. Sementara, bagian dalamnya memiliki tekstur berbulu lembut, sehingga menimbulkan efek hangat saat dipakai.

Meski bersifat menghangatkan, kain ini ini memiliki daya serap yang cukup baik. Hal ini menjadikannya pilihan pas untuk aktivitas fisik yang intens, seperti sepak bola atau lari.

Baca juga: Bahan Kaos Olahraga Terbaik, Nyaman dan Menyerap Keringat dengan Baik

6. Lotto

Mirip dengan Diadora, bahan Lotto adalah jenis kain yang memiliki tekstur lembut, halus, dan memiliki tingkat ketebalan seperti katun. Kelebihannya adalah bahannya yang cenderung lebih lentur dan enggak kaku, jadi sangat nyaman dipakai untuk berbagai jenis olahraga.

Selain itu, bahan lotto tidak mudah kudut atau lecek, sehingga cocok untuk kamu yang ingin tetap tampil rapi meski berkegiatan olahraga sepanjang hari. Untuk pemakaian jangka panjang, umumnya celana training dari kain lotto akan tetap terlihat baru dan tampak bagus dengan perawatan yang tepat.

7. Baby Terry

Bahan Baby Terry punya tekstur seperti kaos biasa dengan struktur bagian dalam berbentuk kumpulan “loop” yang membuat terasa lembut. Meski bahannya cenderung tebal dan berbulu, kain ini tergolong ringan dan dapat menyerap keringat dengan baik.

Sifat bahannya yang cenderung menghangatkan, kain Baby Terry cocok untuk dikenakan di berbagai cuaca, baik di cuaca dingin atau panas. Hal ini karenasifat kain juga tidak mengunci suhu tubuh, sehingga tidak membuat tubuh gerah.

8. Despo

Bahan Despo termasuk ke dalam jenis windbreaker yang mampu menahan dingin, tidak mampu menyerap air, agak halus, dan tidak kaku. Kelebihan lain yang dimiliki dari kain ini juga bersifat breathable yang memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang baik.

Bahan ini hampir mirip dengan parasut, tapi dengan tekstur yang lebih halus dan lebih tebal. Bahan ini juga memiliki jadi pilihan yang awet dan cocok untuk celana training outdoor. Adapun beberapa jenis kain despo yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan celana training olahraga adalah:

Bahan Despo Strecth

Bahan ini dikenal memiliki permukaan kain yang licin dan halus. Seperti namanya, kain ini juga bersifat strecth atau melar, sehingga nyaman digunakan dan mendukung ruang gerak saat berolahraga. Despo strecth juga dilengkapi lapisa latex, sehingga tahan terhadap terpaan angin dan air.

Bahan Despo MG

Jenis bahan despo MG ini adalah sala satu kain parasut windbreaker dengan tektur kain yang halus dan waterproof. Bahan ini memiliki ciri serat yang sangat kecil, sehingga berasa licin. Selain itu, kain despo MG ini juga memliki sifat kainnya yang jatuh dan tidak mudah kusut.

9. Micro

Bahan Micro terbuat dari benang polyester dan biasanya juga campuran nilon dengan sifat yang sangat halus dan nyaman saat dipakai. Keunggulan bahan ini memiliki permukaan yang lembut, ringan, dan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, bahan ini juga tidak menyebabkan masalah untuk penderita alergi atau asma.

Meskipun lembut, kain ini memiliki karakteristik yang cukup kuat, sehingga cocok digunakan dalam berbagai aktivitas. Di sisi lain, perawatan untuk kain micro juga terbilang mudah dibersihkan dan proses pengeringannya tidak membutuhkan waktu lama. Bahan yang tidak mudah kusut, breathable sangat cocok sebagai bahan pembuatan untuk celana training yang mementingkan kenyamanan ekstra.

Tips Merawat Celana Training Agar Lebih Awet

Supaya celana training kesayanganmu bisa awet, ikuti beberapa tips mudah ini:

  • Baca Label Pakaian: Selalu perhatikan label pencucian yang ada di celana. Ini adalah panduan terbaik untuk merawat bahan celana tersebut.
  • Gunakan Air Dingin: Mencuci dengan air dingin lebih aman untuk bahan elastis seperti spandeks dan poliester, menjaga bentuk dan kualitasnya.
  • Hindari Pemutih & Pelembut: Bahan kimia keras bisa merusak serat kain dan mengurangi kemampuan kain untuk menyerap keringat.
  • Jangan Pakai Mesin Pengering: Suhu panas dari mesin pengering bisa merusak elastisitas dan tekstur celana. Lebih baik jemur celana secara alami.
  • Pisahkan Saat Mencuci: Cuci celana training bersama dengan pakaian olahraga lain. Jangan campur dengan pakaian berbahan kasar seperti jeans agar tidak merusak seratnya.

Dengan memilih bahan celana training olahraga yang tepat dan merawatnya dengan benar, kamu bisa lebih menikmati setiap sesi latihanmu dengan nyaman. Celana dengan bahan training apa yang jadi favoritmu?